PENGARUH KARAKTERISTIK DAN PERSEPSI INDIVIDU TENTANG PERINGATAN BAHAYA MEROKOK PADA BUNGKUS ROKOK TERHADAP PERUBAHAN SIKAP PEROKOK AKTIF DI LINGKUNGAN XXVII KELURAHAN PEKAN LABUHAN KECAMATAN MEDAN LABUHAN

Abstract

Prevalensi merokok pada orang Indonesia sangat tinggi, terutama pada pria; mereka terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Peraturan Pemerintah tentang Peringatan Kesehatan Bergambar (PHW) pada bungkus rokok berakhir untuk melindungi orang dan mengubah sikap mereka terhadap kebiasaan merokok dengan berhenti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu dan persepsi tentang peringatan bahaya merokok pada bungkus rokok pada perubahan sikap perokok aktif. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross sectional dilakukan di Lingkungan XXVII,Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Labuhan Medan.  

Populasi adalah 324 orang, dan 248 dari mereka digunakan sebagai sampel. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square, dan analisis multivariat dengan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan, dan persepsi tentang peringatan bahaya merokok di iklan memiliki pengaruh. tentang perubahan sikap perokok aktif (p <0,05) di Lingkungan XXVII, Kelurahan Pekan Labuhan, sedangkan usia, pekerjaan, dan kebiasaan merokok tidak (p> 0,05). variabel yang memiliki pengaruh paling dominan adalah variabel pendidikan.

Perokok aktif yang memiliki pendidikan tinggi, pengetahuan yang baik, dan memiliki persepsi yang baik tentang peringatan akan bahaya merokok pada bungkus rokok dalam iklan memiliki peluang 57% untuk mengubah sikap mereka yang mengindikasikan bahwa sangat sulit untuk mengubah sikap perokok terhadap merokok karena sudah menjadi kebiasaan. Disarankan agar pemerintah, melalui Dinas Kesehatan, mengevaluasi iklan tentang peringatan bahaya merokok pada bungkus rokok karena banyak perokok tidak mengubah sikap mereka walaupun peringatan itu jelas terlihat dan dapat dimengerti.

 

 

Sumber: https://journal.untar.ac.id/index.php/jmistki/article/view/1539